Edisi Cerita Baru
Hai...
Berapa lama sudah aku tak bercerita disini. Blogku
telah menjadi jamur selama beberapa tahun terakhir. Banyak kesibukan baru yang
aku jalani sampai saaat ini. Itulah mengapa aku tidak pernah menulis blog lagi.
Sesaat aku membaca kembali isi blogku. Ya Allah
benar-benar polos sekali bahasa yang aku gunakan disini. Tidak layak untuk
dipublikasi hahahhahaha. Isi blog disini benar-benar curahan hati banget,
dengan bahasa sehari-hari.
Bingung mau menulis apa, padahal banyak yang ingin
dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Dalam hidupku terjadi banyak perubahan. Sekarang
aku bukan lagi siswi SMA Negeri yang berada di Jakarta. Aku adalah mahasiswi
semester 5 di salah satu Universitas di Indonesia (luas banget ya?). Semester
hampir tua kata orang-orang.
Ada yang datang dan ada yang pergi, masing-masing
memiliki cerita tersendiri dalam hidupku. Ku mulai dari seseorang yang saat ini
telah menjadi mantanku. Tak perlu bagiku menuliskan namanya disini, dia
kelahiran Jakarta 03 Januari 1995. Beda setahun denganku. Memang kita sudah
dekat sejak dibangku SMA. Dekat bukan dalam artian pdkt, tidak, jauh dari kata
pdkt. Waktu SMA, aku dekat dengan 3 lawan jenisku. Dekat disini adalah sebagai
teman, tidak lebih—walaupun pada kenyataannya, aku memiliki rasa lebih kepada
salah satu dari mereka—oke itu tdak penting. Entah bagaimana aku bisa menjadi
pacar dia. Kalau dilihat secara fisik, dia tidak ada cakep-cakepnya, apalagi
dimata teman-temanku yang mengenal dia. Dia terkenal sebagai anak yang “nakal”
dalam artian tanda kutip. Tapi bagiku dia tidak seperti apa yang teman-temanku
katakan. Mungkin benar jika ada yang bilang seperti ini: kalau sudah menjadi
pacar biasanya kita akan tahu sisi lain yang tidak pernah oranglain ketahui. Hubungan
asmaraku dengan dia tidak lebih dan tidak kurang adalah 6 bulan. Awal mula aku
jadian dengan dia memang sangat indah, pada umumnya memang seperti itu bukan? Kita
tidak dapat mengelaknya bahwa awal jadian adalah masa-masa yang paling indah. Sebulan,
dua bulan masih terasa manis. Memasuki bulan ketiga dan keempat barulah mulai
terlihat konflik. Dari hal sepele bisa membuat hubunganku renggang dengan dia. Aku
tidak mau menceritakannya panjang lebar, karena aku telah melupakan kejadian
itu. Sempat putus beberapa hari aku dengan dia. Dan entah angin dari mana dia
memintaku kembali menjadi pacarnya. Ibaratnya meminta kesempatan kedua. Okelah
apa salahnya aku memberikan kesempatan kedua bagi dia? Kosekuensinya adalah dia
tidak membuat kesalahan yang sama. Sehari, dua hari, sampai bulan berikutnya
semua masih berjalan lancar. Hingga konflik itu datang lagi. Aku merasa dia
berubah. Kata orang, perempuan itu orangnya perasa (dan setiap perempuan
merasakan sesuatu dari pacarnya, pasti itu benar). Ya dia memang berubah. Perubahan
kecil itu semakin terlihat jelas. Ketika dia ulangtahun yang ke 20 tahun, itu
adalah moment yang paling indah bagiku. Karena aku bisa membuat kejutan yang
membuat dia sangat berkesan. Selepas dia ulangtahun, perubahan dia semakin
menjadi-jadi. Dan hingga tiba hari itu, tidak lama dari aku ulangtahun,
tepatnya tanggal 27 Januari dia minta putus denganku. Air mata ini benar-benar
tidak bisa terbendung—aku juga hanya perempuan biasa sama seperti yang lainnya,
jika diputuskan oleh pacarnya akan menangis meraung-raung—lebay memang
kelihatannya.
Endingnya tidak mulus dengan makhlus ciptaan Allah
yang satu itu. Sudahlah aku sudah ikhlas melepasnya. Ketika masa-masa galau itu
datang, ada seseorang yang hadir kembali dalam hidupku. Herannya nama orang ini
sama dengan nama mantanku. Aku berteman baik dengan dia. Awal mula kedekatan
kami berasal dari matakuliah Etika Bisnis. Bagaimana ya cara menceritakan
tentang orang ini? Dimulai dari mana ya enaknya. Aku tak mengerti mengapa aku
bisa sedekat ini sekarang. Sebut saja baymax, kalau menggunakan ‘dia’ lagi
nanti dikira mantanku. Baymax adalah orang yang baik—oke itu adalah jawaban standar
ketika ditanya “bagaimana orangnya?”—dia gila, lebih gila dari bayanganku. Gila
disini adalah dalam artian tidak malu-malu dan bisa bikin ketawa. Memang awalnya
aku biasa saja dengan dia, tapi lama kelamaan kedekatan itu membuat aku mereasa
nyaman dengan dia. Seiring waktu, aku dengan baymax banyak bercerita. Suatu
ketika dia bercerita kepadaku tentang orang yang baymax suka. Oh My God, serasa
dihempaskan dari gedung tertinggi yang berada di kotaku. Ku cari tahulah
tentang siapa orang yang baymax suka itu. Aku tahu ketika aku kepo denga siapa
orangnya itu sama dengan aku sudah harus siap menerima kenyataannya. Memang sebenarnya
tidak baik mengganggu privaci oranglain, bagaimana lagi dong, kan aku
kepo............. Perlahan tapi pasti, aku mulai mengetahui siapa orang yang
disuka baymax. Dan benar saja, aku tidak salah menduganya. Baymax menyukai
seseorang yang masih satu fakultas denganku. Bagaimana caranya aku mengetahui
kebenaran itu? Ada pokoknya cara yang membuktikan kebenaran itu. Dicatat ya,
aku mengetahui kebenaran itu langsung dari baymax. Aku berusaha menerima lapang
dada. Meskipun aku tahu mereka tidak jadian, tapi ada kemungkinan besar mereka
akan jadian. Yang aku ketahui secara kesat mata, orang yang disukai oleh baymax
itu pun juga suka dengan baymax. Kejadian seperti ini pun pernah terjadi
kepadaku. Lihat saja postingan blog sebelum ini, semua menceritakan dengan
jelas tentang bagaimana aku bertepuk sebelah tangan. Akan ku ceritakan tentang
kabar Bowo nanti setelah aku menceritakan tentang baymax.
Baymax adalah laki-laki yang nyambung denganku, bisa
membuatku tertawa, membuatku berdebar-debar ketika berada didekatnya, menjadi
motivasi bagiku untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi. Entah dari mana
rasa nyaman ini muncul, aku benar-benar nyaman berada disisi baymax. Baymax,
aku tahu aku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan orang yang baymax
suka. Tapi setidaknya biarkan rasa ini terus ada untuk kamu. Aku ingin merasa
bahagia bersama kamu, wahai baymaxku. Walaupun aku tahu ketika kamu bisa
membuat aku bahagia, diluar sana ada hati yang kecewa atas kebahagiaan milik
kita. Seakan-akan aku menjadi orang yang merebut kebahagiaan oranglain. Kata orang,
rasa sayang itu tak perlu alasan. Ya, aku menyayangi baymax tanpa bisa
dijelaskan alasannya. Jika baymax tidak memiliki rasa yang sama denganku, aku
mohon jangan bersikap seakan-akan kamu memiliki rasa yang sama denganku. Itu hanya
membuat aku bimbang dan merasa seperti diberi harapan palsu. Baymax, sepertinya
aku pernah mengatakannya kepadamu bahwa aku nyaman berada disisi kamu. Apakah kamu
menyadari hal itu? Baymax, tetaplah berada disisiku, tetaplah menjadi
motivasiku untuk menjadi lebih baik lagi.
Tentang bowo, setelah kami lulus SMA aku sudah mulai
jarang berkomunikasi dengannya. Sekali dua kali masih pernah. Suatu ketika, aku
mendengar langsung dari bowo bahwa kondisi dia saat ini sedang tidak baik-baik
aja. Hal itu membuatku menangis. Benar-benar tidak menyangka akan menjadi
seperti ini. Ingin bertemu bowo, melihat langsung kondisinya. Semoga segera
menjadi baik kondisinya. Bowo, satu-satunya orang yang bisa membuatku nyaman
selama lebih dari 3 tahun...... -BERSAMBUNG-
Komentar
Posting Komentar