Setelah sekian lama meninggalkan blog ini. Untuk Bowo dan "Theo"-nya aku.
Hai. Selamat malam... Sekarang pukul 00:52
Iseng lagi mencari nama bowo di google, jadi teringat akan blog ini. Ini blog pribadi, semua yang tertuang disini 100% jujur apa adanya. Jarang ada orang yang tau, atau bahkan mungkin tidak ada orang yang tau.
Sekian lama meninggalkan blog, tempat dimana dulu sering curhat apapun, terutama masalah perasaan. Banyak sekali yang berubah dalam hidupku. Perjalananku selama kuliah ini penuh suka-duka. Soal perasaan? Belum pernah terulang lagi perasaan yang begitu mendalam seperti perasaanku kepada bowo. Allah memang tidak mentakdirkan aku dengan bowo. Sekian lama tak mendengar kabar bowo, sekalinya mendengar kabar tentang bowo justru kabar duka....... Bowo meninggal dunia pada hari Rabu, 16 Agustus 2017. Beraaaaaaaaaaat banget rasanya mengetikkan kalimat tersebut. Masih belum percaya bahwa lo udah tenang disisi Allah. Sekarang lo udah gak ngerasain sakit lagi, wo. Maafkan gue sampai akhir hidup lo, gue belum jenguk lo satu kalipun. Sempet mau jengukin lo, tapi lo banyak alasannya yang akhirnya membuat gue batal buat jengukin lo. Gue baru tau sekarang, sakit yang lo derita selama kurang lebih 3 tahun sangat berat. Lo akhirnya menyerah untuk berjuang melawan rasa sakit lo. Gue benar-benar kehilangan looooooooooooooooooooooo wooooooo. Gue rasanya masih gak percaya lo pergi secepat ini..... Banyak cerita yang belum sempat gue ceritakan ke lo. Gue chat lo, tapi lo gak pernah bales. Ternyata lo selama ini sedang dalam perjuangan melawan sakit lo, DAN GUE SAMA SEKALI GAK TAU. Bodohnya gue, kenapa gue tidak mencari tau tentang lo. Well, gue mau mencari tau lo pun kemana?gue tidak mengenal keluarga lo, sumber dari pencarian gue tentang lo cuma satu orang: inisial C. itupun dia juga gak tau kabar tentang lo.
Wo, gue bahagia banget bisa kenal sama lo. Lo mengajarkan gue banyak hal. Lo sukses buat gue suka dan sayang sama lo selama bertahun-tahun. Perasaan ini masih ada, meskipun gue juga suka sama orang lain. Lo itu istimewa. Maafkan gue karena gue menjauh. No! Gue bukannya menjauh dari lo, tapi karena gue gak tau gimana cari kabar tentang lo. Gue tau lo sakit, dan lo berpesan sama gue "jangan kasih tau siapa-siapa ya". Gue tepatin janji gue. Semua gak ada yang tau, sampai gue harus berbohong kepada orang-orang tentang kabar lo. Wo, gue mau cerita banyak sama lo. Dengerin gue ya? Sebentar aja wo... Biasanya lo kan mau dengerin gue wo. Gue kangen jawaban-jawaban yang terlontar dari mulut lo ketika selesai gue bercerita. Gue terdiam sejenak.... Ingin bercerita banyak, tapi tidak yakin kalau lo akan membacanya dari Surga disana. Wo, apa yang gue ceritakan disini sejujurnya ingin gue ceritakan ke lo secara langsung. Tapi gapapa, gue bercerita dari sini, lo membacanya dari Surga ya!
Masa kuliah gue hampir berakhir, wo. Sekarang gue lagi skripsi menyelesaikan tugas akhir. Seharusnya gue ngetik bab empat gue, tapi hati ini ingin bercerita terlebih dahulu. Dimulai darimana ya wo gue bercerita? Kalau gue cerita dari awal, pasti lo gumoh bacanya. Jujur, gue perlahan tapi pasti mulai melupakan lo. Maaf banget, bukan berarti gue udah gak sayang lagi sama lo, tapi karena tugas kampus dan kegiatan kampus sungguh menyita fikiran. Wo, dikampus gue menemukan seseorang yang bisa membuat gue nyaman. Dia orangnya berbeda dari lo, wo. Tapi sama-sama gak bisa terlalu dekat dengan orang. Maksudnya begini, dia punya banyak teman tapi bukan berarti teman-temannya ini tau tentang dia yang sebenarnya. Sama seperti saat gue dekat dengan lo, setiap gue dekat dengan dia rasanya gue bedebar-debaaaaaar. Apapun tentang dia, begitu menarik bagi gue, wo. Dia kenal orangtua gue, sama kayak lo. Dia yang selama ini menemani "Banyak Mau"nya gue. Dia yang selalu bilang gue kekanak-kanakan, wo. Gue boleh nanya gak wo sama lo? Emang benar ya gue ini kekanak-kanakan seperti apa yang dia bilang ke gue? Oke cukup! Lo hanya boleh menjawabnya dalam hati, wo. Banyak memori yang tersimpan bersama dia, wo. Dan lagi-lagi sejauh ini gue tau, dia mencintai perempuan lain. Namanya Rachma.Tapi sepertinya sejak dia dekat dengan gue, si Rachma ini mulai menjauh dari dia.Gue gak peduli mau si Rachma menjauh dari dia atau engga, yang pasti gue lebih senang kalau dia lebih dekat dengan gue. Suatu hari....... gue berantem wo sama dia. Gue sedih banget wo berantem sama dia. Dia ngediemin gue selama berhari-hari, bahkan hingga detik ini. "Kenapa, kok lo bisa berantem sih?" pasti itu pertanyaan keluar dari mulut lo, wo. Awalnya gimana ya..... Sekitar bulan Febuari, dia sempet ngejanjiin benerin laptop gue. Lagi, dan lagi, dia sama seperti lo, wo. Dia suka dunia komputer, maniak seperti lo. Lanjut ceritanya, dia janji tuh sama gue wo buat benerin laptop. Sebenarnya bukan soal "benerin laptop"nya, tapi jujur gue pengen jalan sama dia, menghabiskan waktu bersama dengan dia, sebelum dia sibuk kerja dan tidak punya waktu lagi buat jalan bareng sama gue. Ternyata dia tidak mengerti kode yang gue berikan. Gue nunggu, nunggu, dan tetap nunggu. Sampai kesabaran gue habis. Katanya kesabaran itu tidak akan pernah habis ya?tapi lain dengan gue, wo. Gue kesel wo, dia seakan-akan tidak punya waktu untuk gue. Tapi apa?justru dia pergi hangout dengan teman-temannya yang secara keseluruhan meraka lebih kaya raya dan bisa ngejajanin dia, wo. Gue sedih wo, sedih banget wo. Ternyata dia lebih mementingkan "orang yang lebih kaya" daripada gue? Entah dia punya alasan apa tentang ini. Gue marah wo sama dia. Dia pun juga marah sama gue wo. Dan kita akhirnya marahan HINGGA DETIK INI. Wo, lo kan tau gue gimana. Gue itu susah wo buat deket sama orang. Lo tau sendiri wo, di SMA gue cuma deket, yang benar-benar deket sama gue cuma lo wo, Rizqy Triwibowo yang sekarang lo udah beda dunia dengan gue dan lo udah gak ngerasain sakit lagi wo. Gue marah ke dia bukan karena tanpa sebab. Gue pengen jalan sama dia wo sebelum dia benar-benar sibuk dengan dunia kerjanya. Gue pengen mengulang "rasa" gimana rasanya jalan bareng sama cowok, jalan bareng sama orang yang gue sayang. Udah itu aja. Ternyata dia salah wo dalam menilai gue. Gue dibilang kekanak-kanakan sama dia. Dia marah besar sama gue. PADAHAL BUKAN ITU MAKSUD GUE. Gue tegaskan lagi ya, wo......... Gue cuma pengen jalan sekali lagi sebelum dia benar-benar sibuk akan dunia kerjanya.Karena gue tau, setelah dia kerja nanti, dia pasti akan lebih tidak punya waktu dengan gue. Bowo, gue itu nyaman banget sama dia..... Selain lo wo, laki-laki ternyaman yang bisa gue percaya adalah dia. Dia wo yang gue sayang. Dia wo yang selama ini gue nanti, sama seperti menanti lo bertahun-tahun. Dia ternyat tidak mengerti arti kode yang gue berikan. Banyak tempat yang belum sempat dikunjungi dengan dia. Gue kehilangan wo...... Gue gak mau kehilangan selama-lamanya seperti gue kehilangan lo wo.... Dunia kita kenapa berbeda, Bowooooo. Sebelum semuanya terlambat seperti kita wo, gue pengen baikan dengan dia. Setidaknya gue ingin minta maaf dengan dia atas keegoisan yang selama ini gue perbuat dengan dia. Gue cuma ingin melewati suatu moment "terakhir" sebelum dia sibuk dengan dunia auditornya. Salah kalau gue sayang sama dia seperti dulu gue sayang sama lo?:) Ohiya lupa lo kan gak mau disama-samain ya hehehhe. Bowo, meskipun dunia kita sudah berbeda, gue percaya lo pasti membaca ini semua. InsyaAllah kita akan terus komunikasi dengan doa yang gue ucapkan untuk lo, untuk kebahagiaan lo di surga. Sekali lagi maafkan gue ya wo, gue gak ada disamping lo disaat terakhir-terakhir lo pergi. Jujur, gue masih sedih wo sepeninggalan lo. Masih belum percaya lo pergi secepat ini. Lo yang tenang ya disana, gue disini baik-baik aja. Sebentar lagi gue lulus wo. Nanti kalau sempat setelah lulus gue ke rumah baru lo ya. Ohiya lupa, InsyaAllah dua minggu dari sekarang, weekend sabtu/minggu depan gue mau main ke rumah baru lo ya wo. Jangan ngelarang gue lagi buat ketemu lo... I miss you, my zombie.
Iseng lagi mencari nama bowo di google, jadi teringat akan blog ini. Ini blog pribadi, semua yang tertuang disini 100% jujur apa adanya. Jarang ada orang yang tau, atau bahkan mungkin tidak ada orang yang tau.
Sekian lama meninggalkan blog, tempat dimana dulu sering curhat apapun, terutama masalah perasaan. Banyak sekali yang berubah dalam hidupku. Perjalananku selama kuliah ini penuh suka-duka. Soal perasaan? Belum pernah terulang lagi perasaan yang begitu mendalam seperti perasaanku kepada bowo. Allah memang tidak mentakdirkan aku dengan bowo. Sekian lama tak mendengar kabar bowo, sekalinya mendengar kabar tentang bowo justru kabar duka....... Bowo meninggal dunia pada hari Rabu, 16 Agustus 2017. Beraaaaaaaaaaat banget rasanya mengetikkan kalimat tersebut. Masih belum percaya bahwa lo udah tenang disisi Allah. Sekarang lo udah gak ngerasain sakit lagi, wo. Maafkan gue sampai akhir hidup lo, gue belum jenguk lo satu kalipun. Sempet mau jengukin lo, tapi lo banyak alasannya yang akhirnya membuat gue batal buat jengukin lo. Gue baru tau sekarang, sakit yang lo derita selama kurang lebih 3 tahun sangat berat. Lo akhirnya menyerah untuk berjuang melawan rasa sakit lo. Gue benar-benar kehilangan looooooooooooooooooooooo wooooooo. Gue rasanya masih gak percaya lo pergi secepat ini..... Banyak cerita yang belum sempat gue ceritakan ke lo. Gue chat lo, tapi lo gak pernah bales. Ternyata lo selama ini sedang dalam perjuangan melawan sakit lo, DAN GUE SAMA SEKALI GAK TAU. Bodohnya gue, kenapa gue tidak mencari tau tentang lo. Well, gue mau mencari tau lo pun kemana?gue tidak mengenal keluarga lo, sumber dari pencarian gue tentang lo cuma satu orang: inisial C. itupun dia juga gak tau kabar tentang lo.
Wo, gue bahagia banget bisa kenal sama lo. Lo mengajarkan gue banyak hal. Lo sukses buat gue suka dan sayang sama lo selama bertahun-tahun. Perasaan ini masih ada, meskipun gue juga suka sama orang lain. Lo itu istimewa. Maafkan gue karena gue menjauh. No! Gue bukannya menjauh dari lo, tapi karena gue gak tau gimana cari kabar tentang lo. Gue tau lo sakit, dan lo berpesan sama gue "jangan kasih tau siapa-siapa ya". Gue tepatin janji gue. Semua gak ada yang tau, sampai gue harus berbohong kepada orang-orang tentang kabar lo. Wo, gue mau cerita banyak sama lo. Dengerin gue ya? Sebentar aja wo... Biasanya lo kan mau dengerin gue wo. Gue kangen jawaban-jawaban yang terlontar dari mulut lo ketika selesai gue bercerita. Gue terdiam sejenak.... Ingin bercerita banyak, tapi tidak yakin kalau lo akan membacanya dari Surga disana. Wo, apa yang gue ceritakan disini sejujurnya ingin gue ceritakan ke lo secara langsung. Tapi gapapa, gue bercerita dari sini, lo membacanya dari Surga ya!
Masa kuliah gue hampir berakhir, wo. Sekarang gue lagi skripsi menyelesaikan tugas akhir. Seharusnya gue ngetik bab empat gue, tapi hati ini ingin bercerita terlebih dahulu. Dimulai darimana ya wo gue bercerita? Kalau gue cerita dari awal, pasti lo gumoh bacanya. Jujur, gue perlahan tapi pasti mulai melupakan lo. Maaf banget, bukan berarti gue udah gak sayang lagi sama lo, tapi karena tugas kampus dan kegiatan kampus sungguh menyita fikiran. Wo, dikampus gue menemukan seseorang yang bisa membuat gue nyaman. Dia orangnya berbeda dari lo, wo. Tapi sama-sama gak bisa terlalu dekat dengan orang. Maksudnya begini, dia punya banyak teman tapi bukan berarti teman-temannya ini tau tentang dia yang sebenarnya. Sama seperti saat gue dekat dengan lo, setiap gue dekat dengan dia rasanya gue bedebar-debaaaaaar. Apapun tentang dia, begitu menarik bagi gue, wo. Dia kenal orangtua gue, sama kayak lo. Dia yang selama ini menemani "Banyak Mau"nya gue. Dia yang selalu bilang gue kekanak-kanakan, wo. Gue boleh nanya gak wo sama lo? Emang benar ya gue ini kekanak-kanakan seperti apa yang dia bilang ke gue? Oke cukup! Lo hanya boleh menjawabnya dalam hati, wo. Banyak memori yang tersimpan bersama dia, wo. Dan lagi-lagi sejauh ini gue tau, dia mencintai perempuan lain. Namanya Rachma.Tapi sepertinya sejak dia dekat dengan gue, si Rachma ini mulai menjauh dari dia.Gue gak peduli mau si Rachma menjauh dari dia atau engga, yang pasti gue lebih senang kalau dia lebih dekat dengan gue. Suatu hari....... gue berantem wo sama dia. Gue sedih banget wo berantem sama dia. Dia ngediemin gue selama berhari-hari, bahkan hingga detik ini. "Kenapa, kok lo bisa berantem sih?" pasti itu pertanyaan keluar dari mulut lo, wo. Awalnya gimana ya..... Sekitar bulan Febuari, dia sempet ngejanjiin benerin laptop gue. Lagi, dan lagi, dia sama seperti lo, wo. Dia suka dunia komputer, maniak seperti lo. Lanjut ceritanya, dia janji tuh sama gue wo buat benerin laptop. Sebenarnya bukan soal "benerin laptop"nya, tapi jujur gue pengen jalan sama dia, menghabiskan waktu bersama dengan dia, sebelum dia sibuk kerja dan tidak punya waktu lagi buat jalan bareng sama gue. Ternyata dia tidak mengerti kode yang gue berikan. Gue nunggu, nunggu, dan tetap nunggu. Sampai kesabaran gue habis. Katanya kesabaran itu tidak akan pernah habis ya?tapi lain dengan gue, wo. Gue kesel wo, dia seakan-akan tidak punya waktu untuk gue. Tapi apa?justru dia pergi hangout dengan teman-temannya yang secara keseluruhan meraka lebih kaya raya dan bisa ngejajanin dia, wo. Gue sedih wo, sedih banget wo. Ternyata dia lebih mementingkan "orang yang lebih kaya" daripada gue? Entah dia punya alasan apa tentang ini. Gue marah wo sama dia. Dia pun juga marah sama gue wo. Dan kita akhirnya marahan HINGGA DETIK INI. Wo, lo kan tau gue gimana. Gue itu susah wo buat deket sama orang. Lo tau sendiri wo, di SMA gue cuma deket, yang benar-benar deket sama gue cuma lo wo, Rizqy Triwibowo yang sekarang lo udah beda dunia dengan gue dan lo udah gak ngerasain sakit lagi wo. Gue marah ke dia bukan karena tanpa sebab. Gue pengen jalan sama dia wo sebelum dia benar-benar sibuk dengan dunia kerjanya. Gue pengen mengulang "rasa" gimana rasanya jalan bareng sama cowok, jalan bareng sama orang yang gue sayang. Udah itu aja. Ternyata dia salah wo dalam menilai gue. Gue dibilang kekanak-kanakan sama dia. Dia marah besar sama gue. PADAHAL BUKAN ITU MAKSUD GUE. Gue tegaskan lagi ya, wo......... Gue cuma pengen jalan sekali lagi sebelum dia benar-benar sibuk akan dunia kerjanya.Karena gue tau, setelah dia kerja nanti, dia pasti akan lebih tidak punya waktu dengan gue. Bowo, gue itu nyaman banget sama dia..... Selain lo wo, laki-laki ternyaman yang bisa gue percaya adalah dia. Dia wo yang gue sayang. Dia wo yang selama ini gue nanti, sama seperti menanti lo bertahun-tahun. Dia ternyat tidak mengerti arti kode yang gue berikan. Banyak tempat yang belum sempat dikunjungi dengan dia. Gue kehilangan wo...... Gue gak mau kehilangan selama-lamanya seperti gue kehilangan lo wo.... Dunia kita kenapa berbeda, Bowooooo. Sebelum semuanya terlambat seperti kita wo, gue pengen baikan dengan dia. Setidaknya gue ingin minta maaf dengan dia atas keegoisan yang selama ini gue perbuat dengan dia. Gue cuma ingin melewati suatu moment "terakhir" sebelum dia sibuk dengan dunia auditornya. Salah kalau gue sayang sama dia seperti dulu gue sayang sama lo?:) Ohiya lupa lo kan gak mau disama-samain ya hehehhe. Bowo, meskipun dunia kita sudah berbeda, gue percaya lo pasti membaca ini semua. InsyaAllah kita akan terus komunikasi dengan doa yang gue ucapkan untuk lo, untuk kebahagiaan lo di surga. Sekali lagi maafkan gue ya wo, gue gak ada disamping lo disaat terakhir-terakhir lo pergi. Jujur, gue masih sedih wo sepeninggalan lo. Masih belum percaya lo pergi secepat ini. Lo yang tenang ya disana, gue disini baik-baik aja. Sebentar lagi gue lulus wo. Nanti kalau sempat setelah lulus gue ke rumah baru lo ya. Ohiya lupa, InsyaAllah dua minggu dari sekarang, weekend sabtu/minggu depan gue mau main ke rumah baru lo ya wo. Jangan ngelarang gue lagi buat ketemu lo... I miss you, my zombie.
Komentar
Posting Komentar