Aku merasa

Ikuti kata hati atau logika? Ingin rasanya aku sekali-kali berkata jujur sesuai yang ada dipikiran tanpa perlu memikirkan dampak yang ditimbulkan. Tapi aku tau, hal tersebut bisa membuat semuanya kacau. Aku akan buktikan bahwa aku mampu menjadi wanita karir, mandiri, dan bisa membantu perekonomian keluarga suatu saat nanti. Kejauhan ya mikirnya? Ya gapapa, toh juga dalam jangka waktu 5-6 tahun lagi pasti akan menikah hehe. Aku bukan anak manja yang ketergantungan dengan orang lain. Jangan pandang aku seperti itu, apa yang kamu pikirkan tidaklah sama dengan kenyataannya. Aku memang egois, aku akui. Apa yang aku inginkan harus aku dapatkan, ambil sisi positifnya sajalah. Aku bukan perempuan sempurna, tapi aku akan terus memperbaiki diri, memperbaiki iman dan taqwa, memantaskan diri untuk kamu. Saat ini, aku merasa tidak pantas untuk dampingi kamu, tapi suatu hari nanti aku yakin aku pantas untuk dampingi kamu dalam keadaan suka maupun duka. Kejauhan ya mikirnya? Ya gapapa, hidup itu harus berfikir kedepan. Aku mau menemani kamu dari nol sampai dititik puncak, menemani jatuh bangun semua fase kehidupan setelah kelulusan. Bidang pendidikan kita sangat berbeda, bukan berarti kita tidak bisa bersama kan? Kemudian ada hal yang perlu kamu tau, ketika aku sayang dengan seseorang maka aku akan tetap sayang dengan orang tersebut sampai benar-benar aku merasa tersakiti dan menyadari bahwa orang tersebut tidaklah pantas untuk dicintai. (Ngomong ape sih lu?hahaha random banget.). Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mulai menyayangimu. Semoga suatu saat kamu bisa membalas perasaanku. Sekian.

Komentar